Text
Kesehatan Dan Keselamatan Lingkungan Kerja
Selain meningkatkan kesejahteraan, industrialisasi juga diharapkan tidak mengganggu lesehatan pekerja pada khususnya dan msyarakat pada umumnya. Bahan baku sintetis yang tergolong berbahaya dan beracun (B3) pertama kali selalu memasuki industri sebelum dibuang ke lingkungan dan memajani masyarakat serta ekosistem secara umum. Bahan B3 itu bertambah tiap tahunnya dengan ribuan jenis. Uji toksikologiuntuk mengetahuidampaknya terhadap kesehatan sering kali hanya sebatas uji jangka pendek atau akut saja sehingga tidak diketahui efek yang sebenarnya dalam jangka yang panjang. Oleh karena itu, penting untuk memantau dan mengendalikan dampak kesehatan dan keselamatan pekerja dan lingkungan di industri yang akan terpajan jangka panjang terhadap zat demikian. Untuk dapat melakukan hal ini, diperlukan pengetahuan tentang kesehatan dan keselamatan lingkungan kerja dengan sangat mendasar.
Selain itu, penyakit yang disebabkan bahan B3 di industri banyak yang tidak dapat disembuhkan atau irreversible sehingga proses pencegahannya menjadi lebih penting. Pencegahan seperti ini banyak sekali menghendaki pengetahuan kerekayasaan dengan mengendalikan kontaminan pada sumbernya di lingkungan kerja secara khusus dan lingkungan secara umum.
Selain penyakit industri, juga banyak terjadi kecelakaan yang menimbulkan cacat bagi tenaga kerja sehingga menambah kerugian dan mengurangi produktivitas negara. Bagi Indonesia, saat ini angka kecelakaan dilaporkan masih tergolong sebagai kelompok pertama tertinggi di dunia (ILO).
| Judul | Edisi | Bahasa |
|---|---|---|
| Keselamatan kerja bahan kimia di industri | id | |
| Kesehatan Kerja dalam Perspektif Hiperkes & Keselamatan Kerja | Cet.4 | id |